Jumat, 09 Mei 2008

seorang guru juga berperan orang tua

Menjalani profesi jadi guru selama 38 tahun mungkin setiap orang dapat menjalani.Tetapi jika selama itu,peran seorang guru juga di perankan orang tua bagi si siswa barangkali tidak semua orang dapat melakukannya.obsesi Drs.Abdullah Effendi sebagai seorang guru yang dapat berperan juga sebagai orang tua bagi si siswa, dia coba untuk menjalaninya. Ceritanya berawal ketika, Madrasah Mu'allimin muhammadiyah yogyakarta semasa kepemimpinan Djazari Hisyam mengalami kemrosotan tajam standar kuantitas dan kualitasnya.kemudian turun intruksi resmi dari PP Muhammadiyah kepada HM Mawardi sekembalinya untuk bertugas di jakarta untuk mengambil alih tugas menjadi direktur sekolah kader ini. reputasi sebagai alumnus betul-betul dipertaruhkan Abdullah Effendi dalam mengemban amanat untuk menjadi guru muda mengajar Mu'thola'ah, Mahfudhoh, bekalnya adalah, pengalaman 6 tahun menjadi kader 'inthilan' punggawa-punggawa Muhammadiyah seperti kiaiHadjid,kiai sepuh baliya dll. para kiai yang selalu mengajaknya untuk belajar, berdakwah, dan mengajar kemanapun kiai pergi telah memberinya kekayaan ilmu yang tak ternilai.
ditangan guru-guru muda seperti dirinya beserta teman-teman seperti Darwin harsono, Musthofa kamal pasha dll.akhirnya mampu menyedot perhatian dari basis-basis Muhammadiyah seperti jawa barat, jawa timur dll. Disinilsh diterapkan seorang guru juga berperan sebagai orang tua siswa di sekolah, ujar mbah Dullah sapaannya kini. anak-anak dalam belajar memiliki kedekatan hubungan dengan seorang guru bagai sedang berada di rumah sendiri. "mulai saat itulah era kebangkitan guru-guru berkualitas dalam mencetak kader-kader berkualitas sudah dimulai lagi,"katanya. karena ada tambahan kurikulum pelajaran langsung dari KHA.Fakhruddin . pengalaman menjadi guru dan berperan sebagai orang tua, di alami abdulah semasa sekolahnya dulu di SDMuhammadiyah suronatan

Tidak ada komentar: